الخميس، 10 يناير 2013

Buah pemikiran tentang keagamaan


Permasalahan manusia dalam kehidupan yang memiliki penyelesaian berbeda, dalam masalah memiliki kategori masalah segera dan masalah asasi. Masalah segera yang dalam kehidupan dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Masalah segera termasuk masalah praktis yang dan segera diselesaikan sebelum masalah asasi dan manusia dalam penyelesaiannya dengan caranya sendiri-sendiri misalkan masalah pokok seperti makanan, cinta, dsb.
Masalah asasi, masalah yang serius dalam pikiran, yang menimbulkan pertanyaan, Bagaiamana alam diciptakan dsb.  Masalah fundamental manusia antara manusia itu sendiri, alam dan tuhan. Yang memiliki masalah kompleks yang mengakibatkan sesuatu berbeda dari yang seharusnya, misalkan apabila manusia melihat bahwa alam adalah segala sesuatu yang WAH!!! timbulnya manusia yang menuhankan alam yang disembah. Menyelesaikan masalahnya dengan mempelajari ilmu pengetahuan, filsafat dan agama.
Apabila terjadi masalah disuatu waktu, manusia yang beragama islam yang agamis menyelesaikan dengan shalat istikharah meminta petunujuk kepada Allah SWT bagaimana harus menyelesaikan dengan sutu pilihan. Dari shalat istikharah itu sendiri dapat ditunjukkan dengan mimpi atau keyakinan manusia bagaimana harus bersikap.
Dengan Mempelajari PAI  saya dapat mengetahui bahwa agama memiliki bahasa lain. Seperti, agama,” din” dan religion. “Agama” dalam bahasa sansakerta artinya tidak pergi, tetap di tempat dan dari kata agama terbagi lagi atas dua kata, “ A” artinya tidak, dan gama artinya rusak.jadi, jika di satukan menjadi tidak rusak. Sementara “Din” memiliki arti menguasai, memudahkan, patuh, utang, balasan atau kebiasaan. Selaian itu religion di artikan agama.
Meskipun ketiga kata tersebut di atas memiliki sejarah dan arti berbeda, tapi memiliki  makna yang sama, yaitu dalam sitem credo atau  tata keimanan atas adanya yang maha mutlak (maha kuaasa). Sistem ritus yaitu tata peribadatan kepada  apa yang di yakini, dalam ajaran islama memiliki tata peribadatan yaitu sholat. Sistem norma atau tata kaidah dan aturan yaitu, peraturan yang mengatur  manusia satu dan yang lain, dan manusia dengan alam serta tuhan.  Al-qur’an merupakan tata aturan atau kaidah dalam ajaran agama islam yang di turunkan oleh Allah bagi umat manusia untuk dijadikan petunjuk.
Syarat agama disebut sebagai agama memiliki beberapa pokok, pertama adanya aqidah suatu keyakinan bukan kepercayaan sikap jiwa yang terlahir dg perkataan dan perbuatan, apa yang dilihat, didengar, dianggap baik akan menjadi sebuah keyakinan bahwa itu baik. Misalkan seorang ustadz berceramah dan jama’ah membenarkan apa yang diucapkan itulah yang akan menjadi keyakinannya, diserta pembuktian dengan indera nyata.
Kedua, ibadah suatu sistem ritus peribadatan yang menyembah sesuatu dengan keyakinan. Apa yang disembah dianggap sebagai hal lebih hebat, lebih tinggi derajat dan kualitas dari manusia. Dalam agama islam yang percaya akan adanya Allah SWT beribadah dengan shalat, mengaji, dsb dengan kepercayaan bahwa Allah akan menerima ibadah manusia.
Ketiga, syariah sistem norma atau aturan yang diciptakan oleh Allah SWT untuk mengatur sesama manusia dan alam yang memiliki beberapa sifat, adil bagi seluruh makhluk atau tidak ada diskriminasi, konsisten atau tidak berubah-ubah dalam mengatur untuk beribadah namun juga universal dari zaman dulu hingga masa depan dapat digunakan manusia pertama atau penerima aturan pertama hingga masa yang akan datang.
 Keempat, nabi yang mendapat wahyu disebut rasul, utusan Allah SWT yang menyampaikan wahyu, adapula syarat sebagai seorang nabi
1.      Laki-laki, Ini terdapat dalam surat al-anbiah yang artinya: “Kami tiada mengutus Rasul Rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang kami beri wahyu kepada mereka, Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada Mengetahui.”
2.      Berakhlaq mulia melebihi manusia lain,
3.      Terpelihara dari perbuatan tercela, masa nabi muhammad ketika beliau diasingkan sebagai orang yang beragama islam setiap saat beliau shalat selalu dilempari dengan kotoran hewan, tiba suatu hari tidak ada yang melempari kotoran hewan beliau menemui orang tersebut yang ternyata sedang sakit dan mendoakan kesembuhan diberikan kepadanya oleh Allah SWT.
4.      Diutus untuk manusia secara umum, tidak di khususkan untuk apa dan siapa nabi diutus menyampaikan pesan dari Allah.
5.      Mukjizat, diberikan mukjizat oleh Allah khusus kepada nabi. Seperti nabi muhammad sebelum beliau dijadikan sebagai nabi diberikan mukjizat diikuti oleh awan.
Kelima, kitab suci pegangan kepercayaan manusia digunakan juga sebagai pedoman dalam bersikap, jikalau dalam agama tidak mempunyai kitab suci yang disampaikan oleh tuhan berarti tidak memenuhi syarat sebagai agama. Dan dalam kitab suci tidak dinodai dengan penulisan atau pemikiran manusia, kitab suci sendiri tercipta oleh Tuhan yang maha kuasa dalam agama islam nabi muhammad sebagai penyampai kitab suci kepada manusia yang diangkat sebagai khalifah dibumi, namun bukan berarti kitab suci adalah buatan nabi muhammad. Al-qur’an merupakan sesuatu yang disampaikan Allah SWT kepada Nabi muhammad yang dijadikan sebuah kitab suci.
Perbuatan sebagai penilaian yang diberikan kepada sesama manusia dan penilaian Allah SWT yang sudah ditetapkanNYA dengan wahyu yang telah disampaikan nabi muhammad oleh manusia lain. Perbuatan baik/terpuji dan perbuatan buruk/tercela akan dinilai oleh manusia dengan pengetahuan dan cara manusia menilai, namun memiliki keadilan dalam menilai perbuatan manusia.
Syirik menjadi salah satu penilaian perbuatan buruk/tercela dari penilaian Allah SWT. Syirik pula memiliki dua kategori yang pertama ada syirik besar, dan yang kedua ada syirik kecil. Syirik besar, menyembah selain Allah menyembah berhala, tanpa disadari kebanyakan manusia melakukan syirik besar seperti pergi kekuburan untuk menolak bala, tidak percaya bahwa Allah akan menerima keluh kesah manusia secara langsung misalnya dengan shalat. Syirik kecil, melakukan perbuatan riya’ atau dapat dikatakan beramal namun ingin terlihat bahwa melakukan amal. Adapula macam syirik dalam kehipan sehari-hari seperti mentaati siapa saja sebagai pengagungan kemaksiatan kepada Allah dalam hal ini bisa di contohkan seorang anak yang mengikuti perintah ibu ketika diminta mencuri atau berbuat buruk lainnya.
Dan macam syirik lainnya, meyakini kebenaran yang dikatakan dukun, paranormal, dsb. Mencintai seseorang atau lainnya seperti cintanya kepada Allah, bahkan mencintai orang melebihi cintanya kepada Allah. Menggantungkan sesuatu dileher, pergelangan tangan atau lainnya dengan maksud mendatngakan kebaikan baginya, seperti pada zaman dahulu orang-orang memakai perlindungan (cincin) dengan kepercayaan didalam cincin terdapat makhluk yang dapat menjauhkan diri dari bahaya yang akan terjadi. Itu termasuk bahwa manusia tidak percaya bahwa Allah selalu ada dan selalu melindungi manusia dimana pun berada. Bersumpah selain Allah, dalam fenomena kehidupan nyata sebagian kecil ada yang melakukan sumpah pocong atau dalam bersaksi menyebutkan selain Allah.
 Penciptaan manusia yang secara umum diketahui oleh manusia beragama islam, manusia diciptakan dengan tanah yang terpilih. Lalu masusia itu dibuat terlebih dahulu seperti patung atau barang yang tak ada apa-apanya, setelah seperti itu Allah membagikan ruhNya kepada manusia.
Manusia menjadi sosok paling mulia disurga, dengan seperti itu iblis ataupun malaikat diminta untuk bersujud kepada adam. Seleruh penghuni surga menuruti perintah Allah kecuali iblis(setan). Pengusiran dilakukan Allah kepada iblis(setan) dari surga dengan perjanjian adam beserta anak cucunya akan selalu ia pengaruhi untuk ikut dengannya di neraka saat hari akhir tiba.
Pembujukan sudah mulai dilakukan oleh iblis(setan) kepada adam beserta hawa sebagai pasangan adam yang terbuat dari tulang rusuk adam. Pada saat disurga Allah membebaskan Adam dan Hawa memakan apapun kecuali buah khuldi, dan ketika iblis(setan) merayu adam untuk memakan buah tersebut berhasil, Adam dan Hawa memetik buah khuldi dan memakannya ditempat. Sesaat setelah Allah mengetahui itu Adam dan Hawa diusir pula dari surga dan ditempatkan dibumi.
Bumi menjadi tempat hidup Adam dan Hawa pertama setelah disurga, namun penempatan Adam dan Hawa tinggal berbeda. Adam ditempatkan di Mekkah sedangkan Hawa di India, sekian lama mereka dipisahkan Adam dan Hawa bertemu kembali di bumi lebih tepatnya di Mekkah.
Manusia (Adam dan Hawa) diciptakan disertai dengan nafsu, maka dari itu Adam dan Hawa memerlukan makan dan memenuhi kebutuhan biologis. Dengan diciptakannya Adam dan Hawa sebagai dua jenis sel yang berbeda, dan dengan adanya nafsu yang telah dimiliki. Manusia memenuhi kebutuhan biologis sekaligus menghasilkan keturunan dengan cara reproduksi.
Dalam proses reproduksi itu sendiri, bertemunya antara dua sel yang berbeda terdiri dari sel gamet dan sel ovum. Bertemunya dua sel tersebut didalam rahim ibu menjadikan sesutu yang disebut dengan nutfah. Didalam rahim nutfah berproses menjadi janin yang akan ditiupkan ruh selama sembilan bulan. Dari nutfah yang sudah berproses menjadi janin dan ditupkan ruh berkembang menjadi makhluk yang lain.
Manusia, dijelaskan didalam al-qur’an memiliki beberapa pengertian. Yang pertama dari kata Al-Basyar disebutkan 37kali dalam al-qur’an, sebagai makhluk biologis yang memerlukan makan, minum, dan berhubungan seksual. Yang kedua dari kata al-insan berturut-turut disebutkan 65kali dalam al-qur’an yang memiliki penertian dalam tiga kategori, sebagai khalifah, predisposisi negatif atau keluh kesah, proses penciptaannya yang terdiri dari matreti dan non materi. Yang ketiga dari kata an-nas 240kali disebutkan dalam al-qur’an manusia sebagai makhluk sosial yang berkarakter.

ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق