Permasalahan manusia
dalam kehidupan yang memiliki penyelesaian berbeda, dalam masalah memiliki
kategori masalah segera dan masalah asasi. Masalah segera yang dalam kehidupan
dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Masalah segera termasuk masalah
praktis yang dan segera diselesaikan sebelum masalah asasi dan manusia dalam
penyelesaiannya dengan caranya sendiri-sendiri misalkan masalah pokok seperti
makanan, cinta, dsb.
Masalah asasi, masalah
yang serius dalam pikiran, yang menimbulkan pertanyaan, Bagaiamana alam
diciptakan dsb. Masalah fundamental
manusia antara manusia itu sendiri, alam dan tuhan. Yang memiliki masalah
kompleks yang mengakibatkan sesuatu berbeda dari yang seharusnya, misalkan
apabila manusia melihat bahwa alam adalah segala sesuatu yang WAH!!! timbulnya
manusia yang menuhankan alam yang disembah. Menyelesaikan masalahnya dengan
mempelajari ilmu pengetahuan, filsafat dan agama.
Apabila terjadi masalah
disuatu waktu, manusia yang beragama islam yang agamis menyelesaikan dengan
shalat istikharah meminta petunujuk kepada Allah SWT bagaimana harus
menyelesaikan dengan sutu pilihan. Dari shalat istikharah itu sendiri dapat
ditunjukkan dengan mimpi atau keyakinan manusia bagaimana harus bersikap.
Dengan Mempelajari
PAI saya dapat mengetahui bahwa agama
memiliki bahasa lain. Seperti, agama,” din” dan religion. “Agama” dalam bahasa
sansakerta artinya tidak pergi, tetap di tempat dan dari kata agama terbagi
lagi atas dua kata, “ A” artinya tidak, dan gama artinya rusak.jadi, jika di
satukan menjadi tidak rusak. Sementara “Din” memiliki arti menguasai,
memudahkan, patuh, utang, balasan atau kebiasaan. Selaian itu religion di
artikan agama.
Meskipun ketiga kata
tersebut di atas memiliki sejarah dan arti berbeda, tapi memiliki makna yang sama, yaitu dalam sitem credo
atau tata keimanan atas adanya yang maha
mutlak (maha kuaasa). Sistem ritus yaitu tata peribadatan kepada apa yang di yakini, dalam ajaran islama
memiliki tata peribadatan yaitu sholat. Sistem norma atau tata kaidah dan
aturan yaitu, peraturan yang mengatur
manusia satu dan yang lain, dan manusia dengan alam serta tuhan. Al-qur’an merupakan tata aturan atau kaidah
dalam ajaran agama islam yang di turunkan oleh Allah bagi umat manusia untuk dijadikan
petunjuk.
Syarat agama disebut
sebagai agama memiliki beberapa pokok, pertama adanya aqidah suatu keyakinan
bukan kepercayaan sikap jiwa yang terlahir dg perkataan dan perbuatan, apa yang
dilihat, didengar, dianggap baik akan menjadi sebuah keyakinan bahwa itu baik.
Misalkan seorang ustadz berceramah dan jama’ah membenarkan apa yang diucapkan
itulah yang akan menjadi keyakinannya, diserta pembuktian dengan indera nyata.
Kedua, ibadah suatu
sistem ritus peribadatan yang menyembah sesuatu dengan keyakinan. Apa yang
disembah dianggap sebagai hal lebih hebat, lebih tinggi derajat dan kualitas
dari manusia. Dalam agama islam yang percaya akan adanya Allah SWT beribadah
dengan shalat, mengaji, dsb dengan kepercayaan bahwa Allah akan menerima ibadah
manusia.
Ketiga, syariah sistem
norma atau aturan yang diciptakan oleh Allah SWT untuk mengatur sesama manusia
dan alam yang memiliki beberapa sifat, adil bagi seluruh makhluk atau tidak ada
diskriminasi, konsisten atau tidak berubah-ubah dalam mengatur untuk beribadah
namun juga universal dari zaman dulu hingga masa depan dapat digunakan manusia
pertama atau penerima aturan pertama hingga masa yang akan datang.
Keempat, nabi yang mendapat wahyu disebut
rasul, utusan Allah SWT yang menyampaikan wahyu, adapula syarat sebagai seorang
nabi
1. Laki-laki,
Ini terdapat dalam surat al-anbiah yang artinya: “Kami tiada mengutus Rasul
Rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang kami
beri wahyu kepada mereka, Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang
berilmu, jika kamu tiada Mengetahui.”
2. Berakhlaq
mulia melebihi manusia lain,
3. Terpelihara
dari perbuatan tercela, masa nabi muhammad ketika beliau diasingkan sebagai
orang yang beragama islam setiap saat beliau shalat selalu dilempari dengan
kotoran hewan, tiba suatu hari tidak ada yang melempari kotoran hewan beliau
menemui orang tersebut yang ternyata sedang sakit dan mendoakan kesembuhan
diberikan kepadanya oleh Allah SWT.
4. Diutus
untuk manusia secara umum, tidak di khususkan untuk apa dan siapa nabi diutus
menyampaikan pesan dari Allah.
5. Mukjizat,
diberikan mukjizat oleh Allah khusus kepada nabi. Seperti nabi muhammad sebelum
beliau dijadikan sebagai nabi diberikan mukjizat diikuti oleh awan.
Kelima, kitab suci
pegangan kepercayaan manusia digunakan juga sebagai pedoman dalam bersikap,
jikalau dalam agama tidak mempunyai kitab suci yang disampaikan oleh tuhan
berarti tidak memenuhi syarat sebagai agama. Dan dalam kitab suci tidak dinodai
dengan penulisan atau pemikiran manusia, kitab suci sendiri tercipta oleh Tuhan
yang maha kuasa dalam agama islam nabi muhammad sebagai penyampai kitab suci
kepada manusia yang diangkat sebagai khalifah dibumi, namun bukan berarti kitab
suci adalah buatan nabi muhammad. Al-qur’an merupakan sesuatu yang disampaikan
Allah SWT kepada Nabi muhammad yang dijadikan sebuah kitab suci.
Perbuatan sebagai penilaian
yang diberikan kepada sesama manusia dan penilaian Allah SWT yang sudah
ditetapkanNYA dengan wahyu yang telah disampaikan nabi muhammad oleh manusia
lain. Perbuatan baik/terpuji dan perbuatan buruk/tercela akan dinilai oleh
manusia dengan pengetahuan dan cara manusia menilai, namun memiliki keadilan
dalam menilai perbuatan manusia.
Syirik menjadi salah
satu penilaian perbuatan buruk/tercela dari penilaian Allah SWT. Syirik pula
memiliki dua kategori yang pertama ada syirik besar, dan yang kedua ada syirik
kecil. Syirik besar, menyembah selain Allah menyembah berhala, tanpa disadari
kebanyakan manusia melakukan syirik besar seperti pergi kekuburan untuk menolak
bala, tidak percaya bahwa Allah akan menerima keluh kesah manusia secara
langsung misalnya dengan shalat. Syirik kecil, melakukan perbuatan riya’ atau
dapat dikatakan beramal namun ingin terlihat bahwa melakukan amal. Adapula
macam syirik dalam kehipan sehari-hari seperti mentaati siapa saja sebagai
pengagungan kemaksiatan kepada Allah dalam hal ini bisa di contohkan seorang
anak yang mengikuti perintah ibu ketika diminta mencuri atau berbuat buruk
lainnya.
Dan macam syirik
lainnya, meyakini kebenaran yang dikatakan dukun, paranormal, dsb. Mencintai
seseorang atau lainnya seperti cintanya kepada Allah, bahkan mencintai orang
melebihi cintanya kepada Allah. Menggantungkan sesuatu dileher, pergelangan
tangan atau lainnya dengan maksud mendatngakan kebaikan baginya, seperti pada
zaman dahulu orang-orang memakai perlindungan (cincin) dengan kepercayaan
didalam cincin terdapat makhluk yang dapat menjauhkan diri dari bahaya yang
akan terjadi. Itu termasuk bahwa manusia tidak percaya bahwa Allah selalu ada
dan selalu melindungi manusia dimana pun berada. Bersumpah selain Allah, dalam
fenomena kehidupan nyata sebagian kecil ada yang melakukan sumpah pocong atau
dalam bersaksi menyebutkan selain Allah.
Penciptaan manusia yang secara umum diketahui
oleh manusia beragama islam, manusia diciptakan dengan tanah yang terpilih.
Lalu masusia itu dibuat terlebih dahulu seperti patung atau barang yang tak ada
apa-apanya, setelah seperti itu Allah membagikan ruhNya kepada manusia.
Manusia menjadi sosok
paling mulia disurga, dengan seperti itu iblis ataupun malaikat diminta untuk
bersujud kepada adam. Seleruh penghuni surga menuruti perintah Allah kecuali
iblis(setan). Pengusiran dilakukan Allah kepada iblis(setan) dari surga dengan
perjanjian adam beserta anak cucunya akan selalu ia pengaruhi untuk ikut
dengannya di neraka saat hari akhir tiba.
Pembujukan sudah mulai
dilakukan oleh iblis(setan) kepada adam beserta hawa sebagai pasangan adam yang
terbuat dari tulang rusuk adam. Pada saat disurga Allah membebaskan Adam dan
Hawa memakan apapun kecuali buah khuldi, dan ketika iblis(setan) merayu adam
untuk memakan buah tersebut berhasil, Adam dan Hawa memetik buah khuldi dan
memakannya ditempat. Sesaat setelah Allah mengetahui itu Adam dan Hawa diusir
pula dari surga dan ditempatkan dibumi.
Bumi menjadi tempat
hidup Adam dan Hawa pertama setelah disurga, namun penempatan Adam dan Hawa
tinggal berbeda. Adam ditempatkan di Mekkah sedangkan Hawa di India, sekian
lama mereka dipisahkan Adam dan Hawa bertemu kembali di bumi lebih tepatnya di
Mekkah.
Manusia (Adam dan Hawa)
diciptakan disertai dengan nafsu, maka dari itu Adam dan Hawa memerlukan makan
dan memenuhi kebutuhan biologis. Dengan diciptakannya Adam dan Hawa sebagai dua
jenis sel yang berbeda, dan dengan adanya nafsu yang telah dimiliki. Manusia
memenuhi kebutuhan biologis sekaligus menghasilkan keturunan dengan cara
reproduksi.
Dalam proses reproduksi
itu sendiri, bertemunya antara dua sel yang berbeda terdiri dari sel gamet dan
sel ovum. Bertemunya dua sel tersebut didalam rahim ibu menjadikan sesutu yang
disebut dengan nutfah. Didalam rahim nutfah berproses menjadi janin yang akan
ditiupkan ruh selama sembilan bulan. Dari nutfah yang sudah berproses menjadi
janin dan ditupkan ruh berkembang menjadi makhluk yang lain.
Manusia, dijelaskan
didalam al-qur’an memiliki beberapa pengertian. Yang pertama dari kata
Al-Basyar disebutkan 37kali dalam al-qur’an, sebagai makhluk biologis yang
memerlukan makan, minum, dan berhubungan seksual. Yang kedua dari kata al-insan
berturut-turut disebutkan 65kali dalam al-qur’an yang memiliki penertian dalam
tiga kategori, sebagai khalifah, predisposisi negatif atau keluh kesah, proses
penciptaannya yang terdiri dari matreti dan non materi. Yang ketiga dari kata
an-nas 240kali disebutkan dalam al-qur’an manusia sebagai makhluk sosial yang
berkarakter.